“Perjuanganku
Hanya untuk Allah Swt dan Keluarga”
Semua orang pasti mempunyai impian dan cita-cita.
Bahkan cita-cita tersebut sudah terlintas di pikiran kita sejak kecil. Ketika
sejak kecil, saya mempunyai impian bahwa ketika dewasa kelak saya ingin menjadi
seseorang yang sukses, yang bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua. Saya
adalah seseorang yang biasa saja dibidang akademik. Terbukti sejak duduk di
bangku SD, setiap mengikuti perlombaan pasti mengalami kegagalan. Kegagalan itu
membuat saya trauma mengikuti perlombaan-perlombaan, dan sejak duduk dibangku
SMP, saya menjadi siswi yang biasa saja, tetapi masih memiliki semangat untuk
belajar yang tinggi, hanya saja menghindari yang namanya lomba.
Semangat belajar mulai bangkit lagi saat duduk dibangku
SMA. Saya mulai berpikir bahwa hidup kedepannya itu sulit dan penuh persaingan,
maka dari itu saya harus belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak mau
mengecewakan orang tua. Saya anak dari seorang buruh tani dengan kehidupan yang
sederhana. Pendapatan orang tua yang alhamdulillah cukup untuk kebutuhan
sehari-hari. Proses belajar yang ku lalui dengan baik, dan setelah menginjak
kelas XII, saya ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri, tetapi setiap
saya berbicara kepada orang tua jika saya ingin kuliah, orang tuaku menjawab “ Kamu itu anaknya orang tani, bapakmu sudah
tua, bagaimana cara untuk membiayai jika kamu ingin kuliah, dan biaya kuliah
juga mahal”. Dari ucapan itu, hatiku menangis, setiap hari saya berdoa
kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin dengan setiap harinya menyakinkan
orang tua bahwa kuliah itu tidak perlu bingung soal biaya, bisa melalui jalur SNMPTN
dengan beasiswa, dan alhamdulillah aku diizinkan untuk kuliah.
Saya
bukan anak yang sangat pintar dan cerdas, tetapi saya ingin melanjutkan ke
Perguruan Tinggi hanya berniat untuk belajar karena Allah SWT dan bisa
membahagiakan orang tua dengan cita-cita ingin memberangkatkan haji orang tua
ke Baitullah. Saya sudah mempersiapkan secara matang untuk mendaftar di Perguruan Tinggi dengan
jalur SNMPTN dengan beasiswa, salah satunya dengan beasiswa bidik misi, karena
dengan keadaan keluarga saya yang sederhana, saya ingin meringankan beban orang
tua. Dan pada saat itu saya daftar Perguruan Tinggi dengan jalur bidik misi
yang mana saya langsung melengkapi data yang harus dimasukkan. Dan pada saat
itu, masih ada data foto rumah yag belum saya lengkapi, dan Guru BK saya seperti
menyakinkan apakah benar mau daftar dengan jalur bidik misi ?, dan berkata “ Jika daftar bidik misi itu mempengaruhi
kalau tidak masuk Universitas yang di daftar, karena Universitasnya bagus”,
dengan mendengar kata tersebut saya merasa takut jika tidak diterima di
Universitas yang saya daftari. Dan akhirnya terpaksa membatalkan beasiswa bidik
misi dengan sengaja tidak melengkapi data.
Pada
saat pengumuman SNMPTN, alhamdulillah saya diterima di Perguruan Tinggi Negeri
Universitas Airlangga, Fakultas Ekonomi dan Bisnis prodi Ekonomi Pembangunan
angkatan 2017, saya sempat merasa sedih karena saya telah membebankan orang tua
yang dahulunya saya menyakinkan bahwa kuliah tidak perlu bingung soal biaya,
tetapi ternyata saya malah membebankan orang tua. Saya sebagai mahasiswa baru
berusaha untuk mencari info mengenai beasiswa-beasiswa, Saya jika teringat
mengenai beasiswa bidik misi sangat sedih sekali yang membatalkan dengan hanya
ada rasa takut jika tidak masuk Universitas yang didaftar, padahal saya tanya
bagian kemahasiswaan Unair sama sekali tidak mempengaruhi diterima atau
tidaknya di Universitas. Tetapi saya tidak patah semangat, saya berusaha
bagaimana saya itu tidak membebankan orang tua, saya sebagai mahasiswa yang
dibilang masih baru mencoba untuk jualan aneka kripik dikampus, menurut saya
lumayan bisa dibuat tambahan untuk biaya hidup di Surabaya dan sambil mencari
info-info beasiswa. Pada hari libur , saya juga menggunakan waktu tersebut
untuk hal yang positif, seperti bekerja, dengan bisnis les privat untuk anak
SD. Dan penghasilan tersebut bisa untuk bayar kost, saya intinya ingin menjadi
mahasiswa yang dapat berusaha sendiri dan tidak ingin menyusahkan orang
tua.
Saya
menyadari bahwa banyak mahasiswa yang memiliki kamampuan akademis yang lebih
dari saya, banyak mahasiswa yang hanya mementingkan nilai akademisnya saja,
sedangkan ilmu yang didapat dari organisasi juga penting untuk mengasah
kepemimpinan kita. Saya ingin aktif diberbagai organisasi, salah satunya saya
sudah tergabung di organisasi Pramuka Universitas Airlangga, dan ingin
mendaftar organisasi HIMA, dll.
Saya
berharap nantinya saya bisa mendapatkan beasiswa Bank Indonesia, yang saya
persembahkan untuk orang tua saya, dan saya berusaha agar saya layak
dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa Bank Indonesia, meskipun saya belum
banyak prestasi yang saya raih, saya tetap belajar dan berusaha, mengikuti
lomba-lomba, dan aktif di organisasi. Dan apabila nantinya saya terpilih
menjadi salah satu penerima beasiswa Bank Indonesia, saya akan menggunakan
beasiswa tersebut dengan sebaik mungkin. Saya juga mempunyai impian untuk bisa
Student Exchange di National University of Singapore. Setelah lulus S1 Ekonomi
Pembangunan, saya ingin memiliki usaha sendiri yaitu usaha ternak sapi, yang
mana bisa terkenal di dunia, dan semoga terwujud, Amin. Setiap langkahku hanya
untuk keluarga dan Allah Swt. Dan ingatlah, jika menginginkan impian kita bisa
terwujud, kita senantiasa berusaha dan dibarengi dengan do’a.
Saya
berpesan untuk teman-temanku, “ Keterbatasan
bukanlah hambatan kita untuk mencapai impian dan cita-cita, asalkan ada niat,
ikhtiar, perjuangan, keyakinan, optimis dan do’a yang selalu kita panjatkan
kepada Allah Swt. Dan ingatlah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan merubah
nasib seseorang kecuali seseorang itu sendiri yang merubahnya”.
Comments
Post a Comment